JAKARTA - Memasuki bulan Ramadhan hingga menjelang Idul Fitri, kebutuhan bahan pangan masyarakat biasanya mengalami peningkatan yang cukup signifikan.
Kondisi ini membuat pemerintah dan berbagai lembaga terkait harus memastikan ketersediaan pasokan pangan tetap aman agar tidak terjadi kelangkaan maupun lonjakan harga yang berlebihan.
Salah satu komoditas yang paling diperhatikan selama periode tersebut adalah beras sebagai bahan pangan pokok masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, berbagai langkah dilakukan untuk menjaga ketersediaan stok beras agar tetap mencukupi hingga perayaan hari besar keagamaan.
Perum Bulog Cabang Singkawang, Kalimantan Barat, memastikan ketersediaan beras di Gudang Bulog mencapai 3.400 ton dan dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadhan dan Idul Fitri 1447 H di wilayah Singkawang, Sambas dan Bengkayang.
Pimpinan Cabang Bulog Singkawang Noldi Ramayadi mengatakan stok tersebut dalam kondisi aman untuk menjaga ketahanan pasokan beras selama periode peningkatan konsumsi masyarakat menjelang dan saat Lebaran 2026.
“Total stok beras Bulog Singkawang saat ini mencapai sekitar 3.400 ton. Jumlah ini cukup untuk menjaga ketersediaan beras selama Ramadhan hingga Idul Fitri 1447 H di wilayah Singkawang, Sambas dan Bengkayang,” kata Noldi.
Dengan jumlah stok tersebut, Bulog optimistis kebutuhan masyarakat di tiga wilayah tersebut dapat terpenuhi tanpa kendala distribusi maupun pasokan.
Penyaluran Bantuan Pangan untuk Masyarakat
Selain memastikan ketersediaan stok beras di gudang, Bulog Singkawang juga menjalankan program bantuan pangan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Program ini menjadi salah satu bentuk dukungan pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus membantu masyarakat menghadapi kenaikan kebutuhan selama bulan Ramadhan.
Ia menjelaskan selain menjaga stok, Bulog juga menyalurkan bantuan pangan berupa beras serta minyak goreng untuk alokasi Februari dan Maret kepada masyarakat di wilayah Singkawang, Sambas dan Bengkayang.
Program bantuan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari, terutama bagi kelompok masyarakat yang membutuhkan dukungan tambahan selama periode Ramadhan dan menjelang Idul Fitri.
Selain itu, ketersediaan stok beras di gudang Bulog juga dimanfaatkan untuk berbagai program stabilisasi harga pangan yang dilakukan pemerintah.
Menurut dia, stok beras yang tersedia juga digunakan untuk mendukung berbagai program stabilisasi harga pangan seperti Gerakan Pangan Murah (GPM), operasi pasar, serta penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
Melalui berbagai program tersebut, diharapkan harga beras dan bahan pangan lainnya tetap terkendali sehingga daya beli masyarakat dapat terjaga.
Dukungan Distribusi Minyak Goreng Minyakita
Selain beras, Bulog Singkawang juga terlibat dalam upaya memastikan ketersediaan minyak goreng bagi masyarakat. Komoditas ini juga termasuk bahan pokok yang banyak dibutuhkan selama Ramadhan hingga Idul Fitri.
“Stok yang ada tidak hanya untuk kebutuhan bantuan pangan, tetapi juga untuk kegiatan pasar murah, program SPHP, serta distribusi minyak goreng Minyakita melalui jaringan Rumah Pangan Kita (RPK),” ujarnya.
Bulog Cabang Singkawang bersama Dinas Perdagangan juga melakukan penyaluran minyak goreng Minyakita di sejumlah pasar tradisional guna memastikan ketersediaan bahan pangan pokok bagi masyarakat.
Langkah ini dilakukan agar masyarakat dapat memperoleh minyak goreng dengan harga yang lebih terjangkau di tengah meningkatnya kebutuhan selama bulan Ramadhan.
Untuk wilayah Kota Singkawang, distribusi dilakukan di Pasar Beringin dan Pasar Alianyang.
Sedangkan di Kabupaten Sambas dilakukan di Pasar Jagur dan Pasar Teratai, serta di sejumlah pasar di Kabupaten Bengkayang.
Distribusi tersebut diharapkan mampu membantu menjaga stabilitas pasokan serta mencegah terjadinya kelangkaan di pasar tradisional.
Sinergi dengan Pemerintah dan Instansi Terkait
Upaya menjaga stabilitas pasokan pangan tidak dapat dilakukan oleh satu lembaga saja. Diperlukan kerja sama dari berbagai pihak agar distribusi berjalan lancar dan harga tetap terkendali.
Ia menambahkan upaya menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan tidak dapat dilakukan oleh Bulog sendiri, melainkan memerlukan dukungan berbagai pihak termasuk pemerintah daerah, TNI dan Polri.
Kolaborasi dengan berbagai instansi tersebut dilakukan untuk memastikan distribusi bahan pangan dapat berjalan dengan baik hingga ke masyarakat.
Bulog bersama instansi terkait juga melakukan pemantauan harga bahan pokok di pasar untuk memastikan harga tetap stabil serta pasokan pangan mencukupi selama Ramadhan dan Idul Fitri.
Langkah pemantauan ini dilakukan secara berkala guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya lonjakan harga atau gangguan distribusi di pasar tradisional maupun pusat perdagangan lainnya.
“Sinergi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait terus dilakukan untuk memastikan distribusi pangan berjalan lancar dan harga tetap terjangkau bagi masyarakat,” katanya.
Komitmen Bulog Menjaga Stabilitas Pangan
Sebagai lembaga yang memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas pangan nasional, Bulog terus berupaya memastikan ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat, terutama menjelang hari besar keagamaan.
Bulog Singkawang berkomitmen terus menjaga ketersediaan pangan di wilayah operasional sekaligus mendukung program pemerintah dalam mengendalikan inflasi serta menjaga daya beli masyarakat menjelang hari besar keagamaan.
Dengan stok beras yang mencapai ribuan ton serta berbagai program stabilisasi harga pangan, diharapkan masyarakat dapat menjalani Ramadhan dan merayakan Idul Fitri dengan tenang tanpa kekhawatiran terhadap ketersediaan bahan pangan pokok.
Ke depan, Bulog juga akan terus memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak guna memastikan distribusi pangan berjalan lancar dan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi di tengah meningkatnya konsumsi selama periode hari besar keagamaan.